Mana Cara yang baik: Membeli Rumah Dengan Kas Keras atau KPR?

0
817
views
Membeli Properti Dengan KPR atau Kas Keras

Investasi dalam bidang properti memang tidak pernah mati malah terus berkembang. Umpamanya dikala membeli perumahan di Bekasi atau area yang lain. Rata-rata konsumen diberi pilihan membeli properti secara kreditan dengan mengaplikasikan program KPR atau bisa bayar seketika secara tunai dengan kas keras.
Tentunya hal hal yang demikian bergantung pada kesediaan dana yang ada. KPR biasanya dipilih mereka yang memiliki dana terbatas sebab skema yang ditawarkan dianggap meringankan. Selain itu, sistem KPR dianggap jauh lebih aman dikarenakan adanya peralatan surat serta administrasi properti yang dilaksanakan seketika oleh Bank yang menyalurkan kredit. Sayangnya kelemahan dari KPR ialah bunga yang dipatok dan wajib dibayarkan secara mencicil. Bisa dikatakan bunga hal yang demikian tidaklah murah.
Skema lainnya ialah dengan tunai atau kas keras ialah mencicil seketika ke pihak pengembang. Umpamanya Anda membeli seketika perumahan murah di Bekasi. Sebagai konsumen, Anda bisa menyesuaikan besaran kreditan yang ingin dibayar cocok dengan kecakapan. Sementara itu besaran DP (Down Payment) juga tidak meniru ketetapan regulator meski masa tenurnya jauh lebih pendek.
Lalu manakah pilihan yang paling tepat, membeli properti dengan KPR atau kas keras?
Tunai keras kebanyakan memang dipilih oleh mereka dari kalangan menengah ke atas. Lembaga konsultan properti, Colliers International, mengatakan bahwa skema tuna keras dengan membeli dan menyicil seketika ke pengembang menjadi isu terkini sebagian tahun terakhir ini. Khususnya untuk para konsumen yang ingin membeli hunian bertingkat ialah apartemen.
“Risikonya juga lebih banyak. Bila dari bank kan ada jaminan. Bila seketika ini, penyelamatnya cuma perjanjian jual beli antar kedua pihak saja. Sepatutnya benar-benar siap dengan risikonya,” ujar Budi Raharja sebagai seorang perencana keuangan.
Senior Associate Director of Research Colliers International, Ferry Salanto, juga menambahkan bahwa dipilihnya skema tunai keras sebab semangat kebanyakan orang membeli apartemen ialah untuk investasi. “Motif kebanyakan orang beli apartemen ialah investasi. Makanya, sistem ini (seketika beli ke pengembang) banyak diaplikasikan,” kata Ferry.
Ferry menambahkan bahwa skema hal yang demikian benar-benar marak sebab sebab adanya permintaan dan penawaran. Dari sisi permintaan, banyak konsumen yang ingin membeli properti dengan mudah tanpa progres administrasi ribet. Sementara dari sisi penawaran, pengembang perlu putar otak memberikan tawaran menarik terhadap masyarakat termasuk kreditan seketika ke pengembang. Dia ini disebabkan sektor properti akhir-akhir ini ini dianggap kurang bergairah.
“Dengan situasi seret ini, pengembang semakin kreatif dan berani, dengan menawarkan skema kreditan seketika ke mereka,” terang Ferry. juga menambahkan bahwa sistem kreditan seketika ke pengembang masih akan menjadi isu terkini yang dipilih masyarakat kebanyakan secara khusus sepanjang tahun ini. Ditambah lagi dari sisi perbankan, tidak ada kepastian mengenai tingkat suku bunga yang ada.
Tentunya bila Anda membeli perumahan entah di Bekasi ataupun hunian di daerah lain, misal perumahan di Cibubur. Pastikan bahwa skema yang ditawarkan tidak merugikan dan mempermudah dalam pembelian properti.