Icon Dari Kota Pelajar Nan Menawan, Tugu Jogja

0
17
views
sumber: google.co.id

Kota Jogja adalah salah satu kota yang banyak dikunjungi para pelancong, sebab di Jogja banyak terdapat daerah tamasya yang mungkin tak banyak ditemukan di kota atau tempat lain. Kecuali itu, Jogja juga adalah kota yang berpenduduk ramah dan kreatif. Mereka cakap membikin para pelancong senantiasa mau datang kembali ke Kota Gudeg ini. Tidak sedikit juga pelancong mancanegara yang berkunjung ke Tempat Istimewa ini untuk berwisata dan memperhatikan daerah tamasya yang ada diJogja dan salah satunya merupakan bangunan yang menjadi maskot kota ini adalah Tugu Jogja.
Asal Usulan Tugu Jogja
Tugu Jogja dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwana I yang juga adalah pendiri Keraton Yogyakarta. sesudah terjadinya gempa,tugu ini berubah format yang dulunya berbentuk silinder panjang yang di atasnya ada bulatan ( golong gilig), sekarang berbentuk persegi panjang dengan ujungnya yang lancip. Tugu ini semenjak dulu berwarna putih dan kini dikombinasikan dengan warna emas di komponen atas dan di komponen lainnya sebagai arsiran. Monumen atau tugu ini dibangun setinggi 25 meter pada mulanya, tapi sesudah terjadinya gempa kurang lebih setinggi 15 meter saja.
Bangunan tugu ini berlokasi di perempatan jalan Margo Utomo, jalan Mangkubumi, jalan A.M Sangaji dan jalan Jenderal Soedirman. Dan Tugu Jogja ini sengaja dibangun oleh Hamengkubuwana I dengan tujuan untuk diciptakan pedoman arah ketika beliau bermeditasi. Tugu ini diciptakan tolok ukur menghadap ke arah puncak Gunung Merapi. Salah satu bangunan bersejarah kota Jogja ini dahulunya dikaitkan sebagai garis yang bersifat magis. Garis yang dikaitkan adalah dari Laut Selatan, Keraton Jogja dan Gunung Merapi. Kecuali itu, tugu yang berada di Jogja ini melambangkan kekerabatan antara manusia dan Sang Pencipta.
Tugu Jogja tidak pernah lupa di kunjungi oleh para pelancong, sebab poin sejarah yang terdapat pada bangunan ini sangatlah merekat. Usia dari tugu ini merupakan seratus tahun lebih, dan dilegalkan pada tanggal 3 Oktober 1889 sesudah dibangun kembali oleh pemerintah Belanda pasca terjadinya gempa yang mengalahkan 1/3 komponen dari tugu ini. Banyak pelancong mancanegara ataupun pelancong dalam negeri yang tidak puas bila berkunjung ke Kota Jogja dan tak stop atau sekadar melalui tugu bersejarah ini. Tidak jarang juga pelancong yang rela melowongkan waktunya untuk berfoto di tugu hal yang demikian.
Kecuali cuma menjadi monumen, tugu Jogja juga dapat menjadi pedoman arah bagi anda yang kebingungan atau tersesat. Kenapa demikian? Sebab Tugu ini menjadi poros dari kota pelajar ini. Sungguh bangunan yang pantas diingat dengan filosofinya. Dan bila anda berkunjung ke Jogjakarta, sebaiknya anda benar-benar melowongkan waktu supaya tak menyesal sebab banyak daerah tamasya lain yang pantas anda kunjungi kecuali tugu yang bersejarah ini. Pasti anda senantiasa mau dan mau lagi mengunjungi Jogja yang istimewa ini. Jangan lupa ajak kerabat dan teman anda bila mau berkunjung. Berbagilah kesenangan bersama orang-orang yang anda sayangi. Layaknya filosofi dari tugu itu sendiri yang mau bersatu antara satu dan lainnya.

 

Sumber: hariliburnasional.com